Minggu, 13 November 2011

Metodologi Penelitian Sejarah UYE....


1. Kritik Ekstern menitikberatkan pada originalitas bahan, bertujuan mempelajari relevansi sumber, penyalinan sumber, dan keutuhan sumber.
            Cara membuktikan Kritik Ekstern :
  1. Menggunakan test
  2. Menerka tanggal pembuatan dokumen
  3. Anakronisti
  4. Akurasi pengarang
  5. Identifikasi terhadap dokumen
  6. Kritik teks
  7. Melakukan restorasi teks.
Sedangkan Kritik Intern menitikberatkan pada mempelajari isi sumber, berusaha mempelajari keterangan dalam sumber yang berkaitan dengan kemampuan, penguasaan ilmu dan kepercayaan.
            Cara membuktikan Kritik Intern :
  1. Mempelajari jenis dan tipe aksara
  2. Menyalin hasil bacaan ke tulisan latin
  3. Menyalin hasil transliterasi
  4. Menterjemahkan ke bahasa Indonesia
  5. Mempelajari tata bahasa
  6. Perbendaharaan bahasa
  7. Idiom

2.  Langkah yang perlu dilakukan dalam mempelajari dan mengajar teknik-teknik sejarah, meliputi:
* Mendorong rasa ingin tahu mahasiswa, yaitu dengan memberikan pertanyaan untuk merangsang rasa ingin tahu siswa
* Membantu seorang mahasiswa dalam memilih subjek, yaitu mempelajari subjek lebih lanjut dengan mengaitkan pada relevansi sumber
* Alat bantu bibliografi dan nasehat ahli, yaitu mahasiswa harus mengetahui jenis bibliografi yang dibutuhkan
* Majalah Sejarah yang hipotesis, yaitu dengan pembimbing mendemonstrasikan bagaimana kerja seorang editor majalah hipotesis dan mengajak mahasiswa belajar maka akan membantu dalam menerangkan kesulitan-kesulitan penyusunan dan pemakaian index untuk memperoleh data dan informasi yang bisa digunakan dalam sebuah penelitian.
* Beberapa alat bantu bagi komposisi, yaitu Setiap orang yang bermaksud mengarang suatu pekerjaan yang serius, disamping sebuah kamus yang baik, sebaiknya memiliki thesaurus, sebuah kamus-kutipan, sebuah ensiklopedia satu jilid, dan sebuah manual mengenai persoalan tata bahasa dan langgam yang masih dapat diperdebatkan.
* Kata yang tepat dan ungkapan yang akurat, yaitu berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebuah ungkapan kata-kata yang mencukupi
* Identifikasi-identifikasi yang layak, yaitu Sebaiknya dalam penulisan tidak memasukkan nama --diri seperti nama orang , nama tempat, pengelompokan resmi atau peristiwa kedalam karangannya, tanpa suatu identifikasi
* Mengedit sebuah dokumen, yaitu menerangkan mengapa dokumen itu dianggap penting, otentik ataupun tidak otentik
* Menghindarkan Langgam yang dibuat-buat, yaitu Seorang pemula cenderung untuk menganggap bahwa alat-alat retoris yang dibuat-buat dapat menambah kebagusan langgamnya. Perumpamaan yang rumit menambahkan pula bahaya klise kiasan yang bercampur.
* Ungkapan-ungkapan yang memperlihatkan proses-proses mental, yaitu kesimpulan yang aman, pernyataan yang terjamin, dugaan yang masuk akal, ia berharap proses-proses mental pada diri pengarang tidak muncul

Komentar saya           : Dalam memunculkan rasa ingin tahu siswa, hendaknya dalam memberikan pertanyaan kepada mahasiswa harus memperhatikan ketersediaan dan validitas sumber. Relevansi sumber juga berkaitan dengan subjek yang dipelajari atau diteliti, dalam mempelajari subjek yang akan ditulis hendaknya mencari referensi yang valid dan relevan. Pemilihan majalah sejarah harus hati-hati karena berkaitan dengan subjektifitas penulisan maka pemilihan data atau sumber yang dipakai dalam penulisan sejarah.

3. Satu diantara cara-cara yang paling baik bagi sejarawan untuk memberikan sumbangan kepada usaha mengerti masyarakat, adalah dengan jalan menemukan kontradiksi-kontradiksi dan perkecualian dalam generalisasi-generalisasi ilmu social. Seorang generalisator mudah beranggapan bahwa perkecualian-perkecualian malahan membuktikan kebenaran dalilnya. Tapi kadang-kadang perkecualian merupakan satu-satunya jalan dari suatu jalan dari suatu jalan buntu logika. Karena beberapa pengertian ilmu social didasarkan atas contoh-contoh sejarah yang dipilh sejarawan
Contoh : pergantian kekuasaan orde baru ke reformasi .
Dalam pergantian tersebut banyak terjadi demo untuk menggulingkan pemerintahan Soeharto, terjadi kericuhan yang dashyat dalam negeri. Reformasi merupakan perombakan keseluruhan Negara bukan hanya dari kepemimpinan Soeharto.
4. Secara umum, Metode Sejarah yang dijelaskan oleh Louis Gottschalk  adalah sebagai berikut:
  1. Pengumpulan objek yang berasal dari suatu zaman dan pengumpulan bahan-bahan tertulis dan lisan yang relevan;
  2. Menyingkirkan bahan-bahan (atau bagian-bagian daripadanya) yang tidak otentik;
  3. Menyimpulkan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang otentik;
  4. Penyusunan kesaksian yang dapat dipercaya itu menjadi suatu kisah atau peristiwa yang berarti.
 
Pemberontakan Bersenjata Angkatan Perang Ratu Adil di Jawa Barat Tahun 1950

A.    Latar Belakang Masalah
Pada permulaan tahun 1950 terjadi beberapa pemberontakan tentara yang dilakukan oleh eks-KNIL dan Laskar Rakyat. Pemberontakan bersenjata itu umumnya disebabkan program kerja Kabinet Hatta yang akan mengupayakan reorganisasi KNIL, pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), dan pemulangan tentara Belanda ke negerinya dalam waktu selekas mungkin.
Dalam Pembentukan APRIS, pemerintah RIS akan mengintegrasikan eks-KNIL kedalamnya, hal ini menimbulkan ketegangan-ketegangan antara eks-KNIL dengan TNI. Di kalangan TNI sendiri ada keengganan untuk bekerjasama dengan bekas anggota tentara Belanda karena mereka sebelumnya merupakan musuh yang harus diperangi. Sebaliknya di pihak KNIL ada tuntutan agar bekas kesatuannya ditetapkan sebagai alat dari negara bagian. Faktor lain adalah tantangan dari eks serdadu KNIL yang merasa was-was akan nasib mereka jika dilebur dalam tubuh APRIS bersama dengan TNI. Dalam kajian antropologi, ratu adil berada dalam fantasi para anggota yang menunggu akan datangnya sosok pemimpin yang mampu membawa masyarakat manusia kepada kebahagiaan.[1]

B.     Batasan Masalah
Dalam penulisan penelitian dengan judul ”Pemberontakan Bersenjata Angkatan Perang Ratu Adil Tahun 1950 di Jawa Barat”, dibatasi pada kejadian-kejadian pemberontakan APRA di wilayah Jawa Barat tahun 1950. Alasan dipilih daerah Jawa Barat karena peristiwa pemberontakan tersebut meliputi sebagian besar wilayah Jawa Barat, khususnya di daerah Bandung. Beberapa daerah Jawa Barat menjadi target pembunuhan dan kerusuhan untuk “unjuk kekuatan”, bahwa ultimatum yang disampaikan Westerling itu benar adanya. Tahun 1950 merupakan masa transisi pemerintahan, dari Belanda ke Republik Indonesia Serikat, dan pada tahun inilah terjadi berbagai gejolak yang menimbulka gerakan-gerakan seperti APRA.

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas maka dapat diambil rumusan permasalahan sebagai berikut:
1.    Bagaimana kondisi politik, sosial, dan budaya Indonesia, khususnya di Jawa Barat menjelang peristiwa APRA?
2.    Mengapa Westerling menganggap dirinya sebagai “ratu adil”?
3.    Bagaimana dampak pemberontakan APRA terhadap Republik Indonesia Serikat (RIS)?
D.    Tujuan Penelitian
Penelitian tentang Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) tahun 1950 bertujuan untuk:
1.    Mengungkap kondisi politik, sosial, dan budaya Indonesia, khususnya di Jawa Barat menjelang peristiwa APRA.
2.    Mendeskripsikan sosok Westerling sebagai Ratu Adil dengan setrategi-strategi yang digunakannya dalam membentuk APRA.
3.    Mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan pemberontakan APRA terhadap Republik Indonesia Serikat (RIS).
E.     Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar acuan penelitian tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam membentuk negara kesatuan’ dimasa yang akan datang. Selain itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi tentang Sejarah Indonesia pasca dibentuknya Negara Republik Indonesia Serikat sehingga bermanfaat bagi pembaca/pemakai referensi ini selanjutnya. Menambah wacana keilmuan di bidang pendidikan bagi pembaca serta digunakan dan dikembangkan dalam proses belajar mengajar terutama dalam materi yang bersangkutan.
F.     Kajian Pustaka
Peristiwa APRA di Jawa Barat tahun 1950 merupakan suatu percobaan kudeta yang terorganisir. Peristiwa ini melibatkan dua negara yang baru saja selesai berperang yaitu Indonesia dan Belanda yang kemudian menyerahkan kedaulatan di tangan RIS. Pemberontakan terkadang juga bertujuan untuk memertahankan tatanan yang ada, seperti pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) 1950, atau yang dikenal dengan istilah “kudeta Westerling”. Berdasarkan kajian antropologi, gerakan Ratu Adil pada umumnya mempunyai empat aspek penting, yaitu: Aspek keagamaan, Aspek psikologis, Aspek raja-adil, Aspek keaslian kebudayaan
G.    Metode Penelitian
Tahap pertama yaitu heuristik. Sumber berupa arsip yang telah dilakukan pencarian
Tahap kedua yaitu kritik sumber. Terdiri kritiks ekstern dan intern
Tahap ketiga yaitu interpretasi dari teks/dokumentasi
 Tahap keempat adalah historiografi.
H.    Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini terdiri dari 5 Bab. Untuk mempermudah memahami penulisan ini, maka akan dijelaskan sebagai berikut:
BAB I (Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, dan metode penelitian serta sistematika penulisan).
BAB II (Konsep Ratu Adil dalam APRA).
BAB III (Strategi Westerling dalam Gerakan APRA).
BAB IV APRA (Gerakan Bersenjata dan Dampaknya bagi RIS)
BAB V PENUTUP yang berisi kesimpulan.





[1] Koentjaraningrat, Tokoh-Tokoh Antropologi: Ikhtisar dari Karya-Karya dan Konsep-Konsep Sarjana-Sarjana Utama dalam Antropologi, Jakarta: P.T. Penerbitan Universitas, 1964, hlm. 98.

Selasa, 25 Oktober 2011

MEMPELAJARI DAN MENGAJAR TEKNIK-TEKNIK SEJARAH ( BAB VIII )


Dalam buku LOUIS GOTTSCHALK yang berjudul " MENGERTI SEJARAH " dan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia oleh " NUGROHO NOTOSUSANTO " dijelaskan sebagai berikut :
1.       Alasan-alasan mempelajari sejarah
Diantara alasan mempelajari sejarah adalah suatu rasa ingin tahu yang iseng mengenai masa lampau keluarga kita atau tempat tinggal kita, hasrat untuk menerangkan pada diri sendiri asal-usul budaya kita, suatu minat patriotik kepada asal-usul negeri kita, kehendak untuk mengerti latarbelakang sosial dan suasana intelektual ataupun untuk chercher la femme  ( atau I'homme ) seorang pengarang.....
Dalam usaha mempelajari  metode sejarah adalah lebih baik bagi seorang mahasiswa untuk didorong oleh minatnya sendiri daripada didorong oleh minat gurunya.. 
            2. Konsepsi yang lazim mengenal sejarah
seorang pemula akan cenderung untuk menggambarkan bahwa penelitian sejarah terdiri atas seleksi bahan-bahan dari berbagai buku atau artikel dan penyusunan kembali menjadi buku atau artikel yang lain. karena itu mahasiswa sejarah hanya menyadari secara samar-samar  bahwa sejarah juga merupakan sesuatu episode yang dipergunakan orang untuk menemukan peninggalan dan saksi-saksi mengenai episode seajarah.....
            3. kata yang tepat dan ungkapan akurat
karena kesulitan komposisi di dalam penulisan sejarah tidakberbeda dari komposisi jenis laen manapun, hanya sedikit yang perlu disebutkan disini khusus berguna bagi sejarawan. arti yang exak adalah sangat penting bagi sejarawan karena ia berusaha menyampaikan kebenaran dengan sarana ungkapan kata2 yang tidak mencukupi......
            4. ungkapan- ungkapan  yang memperlihatkan proses-proses mental
pengajar komposisi sejarah harus menekankan, bahwa proses akan memutuskan apa yang diajukan dalam sebuah karangan sejarah., sudah harus diselesaikan didalam kepala sejarawan sebelum ia memulai menngoreskan pena. apa yang diinginkan oleh pembaca dan yang berhak diperolehnya adalah kesimpulan yang aman, pernyataan yang menjamin, dugaan yang masuk akal, ia berharap supaya proses mental pada diri pengarang tidak menampakkan diri.....
            5. berapa draf yang diperlukan untuk suatu komposisi ???
seringkali terjadi bahwa draft pertama membawa kesadaran bahwa seluruh komposisi telah digambarkan secara keliru. hal itu terutama akan nampak apabila kesimpulan tidak diperoleh secara langsung dan jelas dari bahan-bahan yang telah disajikan. dalam hal itu sebaikknya ia mulai sejak permulaan lagi dan dengan selalu mengingat-ingat bagian-bagian dari pada kesimpulan sementaranya  mencoba membuktikan setiap bagian selangkah demi selangkah.....
Kurang lebihnya apa yang disampaikan kelompok VIII seperti halnya yang diatas..
masih banyak bagian hal-hal lain seperti :
a. sebaiknya rasa ingintahu mahasiswa didorong
b. membantu mahasiswa dalam memilih subjek.
c. majalah sejarah yang hipotesis
d. alat bantu bibliografis dan nasehat ahli
e. beberapa alat bantu bagi komposisi
f. identifikasi yang layak
g. meng-edit sebuah dokumen
h. menghindarkan langgam yang dibuat-buat

point-point tersebut ( Insya Allah ) akan saya tulis di blog saya selanjutnya...
agar lebih lengkap lagi...
jadi mohon sabar duluu.. ^^...


  • Penampilan kelompok VIII cukup bagus...
walaupun sebenarnya kelompok VIII, harus maju sangat mendadak...
cara mempresentasikan materi juga cukup gamblang..
hanya mungkin penguasaan kelas yang kurang bisa terkendali..
teman-teman masih banyak yang rame dan tidak mendengarkan...
dari segi power point juga cukup menarik..
dari segi tanya jawab, juga sudah dapat menguasai apa yang ditanyakan teman2..

pesan sayaa ... tingkatkan terusss kemampuan presentasi.. agar lebih mantap lagi dalam penyampainnya...^^...
AZA AZA FIGHTING... ^^....